Kopi adalah
salah satu jenis minuman yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Baik kalangan
atas sampai kalangan bawah. Dulu kopi hanya terkenal dengan kopi hitam, tapi
sekarang tidak lagi begitu. Kopi sudah banyak dicampur dengan bermacam-macam
rasa, seperti susu, cokelat, dan lainnya. Namanya pun dari mulai cappucino,
coffelatte, ataupun moccacino banyak terlihat di cafe atau restoran bermerek
“kopi”.
Kopi Bahkan
bakan sudah menjadi sebuah “gengsi” bagi masyarakat. Ada restoran atau kafe
yang khusus menjual minuman kopi dengan harga yang selangit. Banyak sekarang
orang-orang yang pergi keluar hanya untuk ngopi dan bercengkrama dengan
kerabatnya.
Saya sangat
menyukai kopi, bukan hanya untuk sekedar gengsi, tapi saya memang menyukai
jenis minuman yang satu ini. Sebagai mahasiswa, tentunya kegunaan kopi bagi
saya adalah sebagai teman begadang demi mengerjakan tugas kuliah. Bukan untuk
gengsi
Kali ini
saya akan membahas mengenai manfaat dan bahaya yang ditimbulkan kopi.
Selama ini
memang banyak yang beranggapan tentang akibat buruk dari mengonsumsi kopi.
Namun sebenarnya, jika dikonsumsi dengan baik (tidak berlebihan) kopi memiliki
beberapa manfaat untuk mencegah penyakit yang menyerang tubuh kita.
Mengenai manfaat
kopi sendiri ternyata sudah tercermin dari namanya, “kopi” yang
diambil dari kata dalam bahasa arab “qahwah” yang memiliki arti “kekuatan”.
Kata qahwah ini kemudian berubah dalam berbagai bahasa menjadi “kahveh” (Turki)
– “koffie” (Belanda) – “kopi” (Indonesia).
Berdasarkan
pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard Women’s Health, manfaat minum
kopi beberapa cangkir setiap hari dapat menghindarkan kita dari
penyakit diabetes tipe 2, kanker usus besar, Parkinson, batu
ginjal, hingga sirosis/rusaknya fungsi hati, serta menghindarkan kita dari
menurunnya daya kognitif otak.
Sedangkan
menurut hasil dari 20 studi yang dilakukan oleh berbagai peneliti di seluruh
dunia menjelaskan bahwa manfaat kopi benar-benar dapat
menghindarkan kita dari serangan diabetes tipe 2 hingga 50%. Kandungan asam
klorogenik dan zat trigonelin (pro vitamin B3) yang terdapat pada kopi dapat
menghambat penyerapan gula, merangsang pembentukan hormon insulin dan GLP-1.
Beberapa manfaat
kopi untuk kesehatan antara lain sebagai berikut:
- Untuk menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke. Kopi memiliki kandungan yang dapat menghindarkan kita dari seranganjantung hingga stroke. Hal ini telah dibuktikan pada suatu studi yang melibatkan lebih dari 83000 wanita dengan usia 24 tahun lebih. Mereka minum 2-3 cangkir kopi/hari. Hasilnya menunjukan bahwa wanita-wanita tersebut memiliki resiko 19% lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi kopi. Hal tersebut juga dilakukan terhadap beberapa pria Finlandia. Dan hasil yang diperoleh juga relatif sama.
- Untuk menghindarkan dari Serangan Kanker. Manfaat kopi ini diketahui dari berbagai riset yang dilakukan secara konsisten oleh para peneliti. Hasilnya menunjukan bahwa kanker hati, kanker usus besar, hingga kanker payudara dapat dicegah dengan mengonsumsi kopi.
- Untuk mencegah penyakit Sirosis.
- Untuk menghindarkan diri dari penyakit Parkinson.
SAYANGNYA,
kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek “kecanduan” baik secara
psikologis maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa
letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau seharian saja tidak minum
kopi. Yang wajar adalah mengkonsumsi kopi sebanyak 85-200 mg atau 1-3 cangkir
kopi. Namun, minum kopi diatas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan
kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup
tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah.
Minum kopi
juga bebahaya bagi penderitaan hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa
kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga
bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah.
Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing
cepat penuh.
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopouse, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah resiko kekeroposan tulang (osteoporosis).
Demikian
halnya laporan para peneliti dari Harvard School of Public Health, sebagaimana
dicatat Balch dan Stengler dalam Prescription for Natural Cures. Walau
menyisakan tanda tanya ihwal kejadiannya, mereka menemukan, wanita yang
mengonsumsi 5-7 gr kafein per bulan (setara dengan dua cangkir kopi per hari)
memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena endrometriosis daripada yang tidak
mengonsumsi kafein.
Masalah
dampak kopi kasar atau tidak disaring iini dipelajari oleh sejumlah peneliti di
Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi.
Homosistein merupakan substansi yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan
protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan resiko
penyakit jantung.
Meski belum
jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah
terbukti bahwa zazt tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai
lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya
asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pergeseran dinding pembuluh
darah arteri (arterioklerosis).
Disisi lain menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionilkoa (substansi yang berperan dalam metabolisme lemak dan karbbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya 7-22 ug mol/ L.
Seorang
peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir
kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga
kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila
kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kalebihan homosistein dapat secara
alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar
homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang
banyak mengandung metionin.
Bila dalam
sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan resiko
untuk terkena serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin
b6 bisa berkurang sampai 21%.
Atas dasar
itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang beresiko
tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya
1-3 cangkir sehari (standar untuk orang eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak saat
menjelang tidur. Kopi bisa digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau,
disertai konsumsi vitamin B6 dan B12 jenis-jenis makanan dan minuman ini tidak
mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin serta asam folat.
Padahal vitamin B6, B12 dan asam folat sangat berperan dalam menurunkan kadar
homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit jantung koroner pun bisa dihindari.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar